Sabtu, 11 Februari 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 4

Di episode ini kita bakal ngeliat bagaimana Tim Pencuri beraksi.

Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 4


Amogae berziarah ke makam istrinya dan bertanya haruskah dirinya tinggal di sana? Amogae pun tertidur. Kemudian dia terbangun dan mendapati salju di sekitarnya. Dia melihat bayangan istrinya. Geum Ok berkata kalau Amogae bisa mati kedinginan jika ada di sana dan menyuruh Amogae pulang karena anak-anak mencarinya. Kemudian Gil bersaudara datang menjemput ayahnya.


Eomjachi bertemu dengan Amogae, dia memberikan surat kepemilikan budak milik Amogae dan Eobsan (sebelumnya ku tulis Eob Seon). Amogae berkata itu hanyalah ‘surat’. Lalu Eomjachi menjawab kalau dia telah membebaskan Amogae. Amogae berterima kasih dan berjanji akan membalas semua kebaikan Eomjachi karena sudah mau mendengarnya.


Kilas balik. Ketika Amogae memohon agar Eomjachi membelinya. Amogae berkata kalau dia tahu Eomjachi berambisi untuk naik jabatan, lalu Amogae juga berkata kalau dirinya adalah budak yang punya kemampuan untuk membantu seseorang naik jabatan.


Keluarga Amogae dan keluarga Eobsan keluar dari desa itu. Mereka terlihat bahagia. Mereka melewati hutan, di sana Soobori sudah menunggu dan menunjukkan arah. Mereka tiba di Ikhwa-ri.


Soobori menjelaskan kalau di sana adalah tempat tinggal orang-orang yang tidak memiliki apa-apa (miskin&rendahan). Orang-orang istana menganggap mereka itu kotor dan menjijikan, makanya hakim yang ditunjuk ke kota ini pada melarikan diri sebelum satu tahun.


Yonggae belajar cara menjadi bangsawan pada temannya SEGUL. Kemudian mereka pergi berjudi, Yonggae pura-pura menepuk Segul, padahal dia sedang berbuat curang. Seseorang langsung melempar pisau dan menancapkan di sela jari Yonggae sambil berkata kalau dewa sedang mengawasi. Dia adalah IL CHUNG.


Tim Pencuri (sebelumnya ku sebut Tim Penjahat) berkumpul, ada Amogae dan Ayahnya Eobsan. Mereka berdebat tempat yang mereka akan curi. Amogae mengajak agar berhenti menjadi pencuri kelas teri, dia menyarankan untuk menjual barang kepada pedagang Ming. Soobori bertanya apa Amogae akan menyebrangi perbatasan (antar negara)? Yonggae berkata itu hal bodoh. Lalu mereka semua bertengkar.


Mereka akhirnya berhenti dengan wajah babak belur. Amogae berkata kalau mereka tak perlu ke perbatasan karena mereka bisa bertemu pedagang Ming di suatu pulau kecil. Amogae berkata kalau mereka (Tim Pencuri) akan melakukan penjualan yang sah dan menjelaskan bahwa orang yang berduit akan membeli kain sutra, apalagi sutra dari Ming, meskipun hanya bangsawan yang boleh memakainya.

Amogae mengambil kain hitam. Dia menjelaskan kalau Kain hitam ini adalah kesukaan Kaisar Ming dan nilainya sebanding dengan sutra. Kaisar sangat terobsesi dengan kain hitam, hal itu diikuti bawahan-bawahannya Kaisar.


Mereka mulai memproduksi kain hitam yang dibuat oleh Ibu Eobsan dan ibu-ibu lain. Uh Ri Ni (Adik Gil Dong) sudah bisa berjalan, meskipun masih dibantu.



Tim Pencuri membawa banyak barang dan naik kapal. Mereka juga mengeluarkan jala. Di tengah perjalanan, petugas yang menjaga laut bertanya dengan curiga. Lalu Soobori memberi udang kering pada petugas, dia menggeser sedikit udangnya dan memperlihatkan kalau ada sesuatu di bawah udang (disuap petugasnya). Petugas menerimanya dengan senang hati dan melanjutkan patrolinya.





Tim pencuri mendarat dan memberi isyarat pada kapal Ming yang sedang melaut. Setelah pedagang Ming mendarat, Soobori menunjukkan kain hitamnya. Diikuti pedagang Ming yang mengeluarkan sutranya.

Tim Pencuri berhasil. Mereka ada di atas kapalnya dan menghitung berapa banyak keuntungan yang didapat. Tiba-tiba ada kapal yang mendekat. Amogae terlihat waspada. Lalu dia buru-buru menyimpan kotak sutra di jala lalu menceburkan diri dengan sutranya. Teman-temannya tak mengerti.


Kapal pendatang sudah di depan Tim Pencuri. Si Pendatang langsung memeriksa kapal Tim Pencuri, lalu dia menemukan kain hitam dan mengambilnya. Si Pendatang berkata kalau laut ini milik bosnya. Yonggae mengiyakan dengan cepat. Soobori terus melihat ke arah air (dia akhirnya ngerti kenapa Amogae sampe nyeburin diri), dia segera mengakhiri obrolannya dengan Si Pendatang. Si Pendatang pun pergi dengan gembira (karena dapat kain hitam).


Tim Pencuri langsung menarik jala dan mendapati Amogae yang pingsan. Mereka lalu membawa Amogae pulang ke rumahnya. Gil bersaudara terkejut, mereka pun menangis melihat ayahnya yang tak kunjung sadar.

Setelah Il Chung melakukan akupuntur, baru lah Amogae sadar sambil mengeluarkan air dari mulutnya. Semua bernapas lega.


Gil Dong terus melihat Soobori. Soobori memarahinya karena Gil Dong malah bersantai. Gil Dong mendekati Soobori dan memintanya agar tak berteman dengan ayahnya, dia mengaku kalau dirinya tak menyukai Soobori dari awal. Gil Dong juga bilang kalau ayahnya menderita gara-gara berteman dengan Soobori. Soobori tersenyum dan berkata kalau Amogae berubah bukan karena dirinya.

Di rumah, Amogae bertanya-tanya bagaimana Si Pendatang bisa ada di laut. Il Chung menjawab pasti petugas laut yang memberitahu Si Pendatang. Il Chung berkata kalau Si Pendatang adalah buronan, apalagi nggak ada satupun yang berani menangkapnya, dia juga menambahkan jika ada yang berhasil menangkapnnya, maka akan mendapat imbalan yang besar. Soobori menyarankan agar tak menyeludup dulu (karena Si Penjahat deket sama pejabat). Amogae malah berkata kalau harus membawa dia ke sini.

Tim Pencuri datang ke tempat judi dan menculik Si Buronan (Bos Si Pendatang) yang telah kalah judi dari Il Chung. Kini Si Buronan ada di ruangan yang gelap, lalu dia mengancam kalau dia mengenal pejabat. Amogae lalu memotong jenggot Si Buronan. Soobori berkata kalau pejabat akan mengganggu mereka jika sampai tau. Amogae berkata kalau mereka takut sama pejabat, maka mereka harus memanggil hakim.


Eomjachi frustasi memikirkan apa yang Amogae janjikan padanya.

Kilas balik. Amogae mengeluarkan sebuah jimat dan mengatakan jika jimat itu terus di bawa, maka Eomjachi akan beruntung. Eomjachi mengatakan kalau dia tak mempercayai hal semacam itu, tapi dia tetap mengambil jimatnya untuk dia bawa saat ujian kehakiman.


Kembali ke dunia nyata. Eomjachi terus menggerutu dan dia hampir membuang jimatnya, tapi terhenti ketika mendengar suara yang meminta untuk menangkap seorang perompak (Si Buronan) dan akan mendapat hadiah sebagai balasannya. Si Buronan mencari pertolongan sambil mendekati Eomjachi, tapi Eomjachi malah memukul kepala Si Buronan dengan papan jimatnya hingga Si Buronan terjatuh.

Dari arah yang sama, Tim Pencuri keluar sambil tertawa kemenangan. Mereka menyemangati Eomjachi.



Parade penyambutan gubernur baru di Ikhwa-ri. Semua rakyat ikut menyambut. Munculah Eomjachi yang memakai baju pejabat (sekarang bajunya berwarna, sebelumnya cuma pakai baju polos). Dia adalah gubernur yang baru. Tim Pencuri terkejut, kecuali Amogae tentunya. Eomjachi melihat Amogae sambil tersenyum. Di belakangannya ada Sun Ah (gisaeng kece) yang ikut tersenyum.


Amogae menemui Eomjachi. Dia bahkan memanggil ‘Hakim daerah’ yang membuat Eomjachi senang. Eomjachi bilang kalau dia sudah membebaskan Sun Ah dan membawanya ikut. Amogae bercerita kalau bisnisnya lagi tidak berjalan lancar karena ada pengganggu, lalu dia bertanya bisakah Eomjachi menangkap pengganggu untuknya?


Eomjachi di kantornya bersama dua pengganggu (petugas yang menjaga laut). Dia membuka semua kejahatan si pengganggu, lalu dia memerintah agar si pengganggu tidak meminta uang dari nelayan miskin, jika tidak mereka akan dihukum karenanya.


Tim Pencuri mulai melaut, mereka menawarkan udang kering pada penjaga laut. Penjaga laut menolak. Amogae terus memaksa agar penjaga menerima udangnya. Penjaga meminta agar Amogae tidak memberikan apapun padanya, lalu pergi menjauhi kapal Tim Pencuri.


Tim Pencuri mulai memproduksi kain lagi.


Mereka pun bersenang-senang. Amogae mendengar orang yang bertanya bagaimana orang Ikhwa-ri bisa mencari nafkah dan berkata kalau Ikhwa-ri adalah sampah. Amogae memberitahukan ini pada yang lainnya, Yonggae langsung naik darah, tapi Soobori menyuruhnya duduk kembali.


Para perompak (yang ngambil kain hitam) datang dan meminta bergabung dengan Tim Pencuri bahkan berkata kalau mereka rela melakukan apapun.  


Tim Pencuri menyayat pergelangan tangan mereka dan meneteskannya pada guci berisi air. Mereka di kelilingi para perompak dan warga setempat. Amogae berkata bahwa dia akan melindungi warganya. Dia menambahkan mereka akan berbagi keuntungan, berkelahi bersama, dan mati bersama. Semua orang bersorak.

Kehidupan di Ikhwa-ri berubah, lebih maju. Tim Pencuri sangat dihormati di sana.


Gil Dong bermimpi, dia di hutan bersama harimau di sampingnya. Gil Dong curhat kalau dia lah penyebab ayahnya berubah. Harimau pun mengaum seakan mengerti.


Amogae bertekad untuk menjadikan Gil Hyeon pejabat dan Gil Dong menjadi jenderal. Gil Hyeon mengatakan bahwa dia tidak mau jadi pejabat karena pelayan tidak akan mendapat posisi tertinggi sekalipun cerdas. Lalu dia berkata kalau dia ingin mempelajari apa yang ayahnya lakukan. Sedangkan Gil Dong berkata kalau dia ingin menjadi pedagang besar dan keliling dunia.



Amogae mendekati Gil Dong yang sedang melihat pedagang di pasar dengan kagum. Lalu Amogae bilang kalau Gil Dong adalah Si Anak Perkasa. Gil Dong bertanya, “apakah itu artinya akan dibunuh Raja tanpa ada yang tahu?” Amogae menenangkannya dan berkata kalau Gil Dong boleh melakukan apapun sekarang.



12 tahun kemudian. Uh Ri Ni sudah remaja. Gil Hyeon mengikuti jejak ayahnya. Dan Uh Ri Ni menunggu Gil Dong pulang.

Di suatu padang yang luas. Di sana lah Gil Dong berada.



BERSAMBUNG ke Ep 5

Komentar :

Tim Pencuri. Bravo. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar