Jumat, 10 Maret 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 12

Episode yang cukup menyenangkan. Keseruan tidak berkurang sedikit pun.


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 12

Episode dibuka dengan Raja yang menatap tajam api yang berkobar. Di rumahnya, Gil Dong memikirkan tentang Kemarahan Raja.


Masuk ke episode sebenarnya. Raja berada di depan semua gisaeng Jangakwon. Raja meminta agar mereka memberitahu apapun tentang rumor yang ada di luar dengan sejujur-jujurnya.

Noksu dengan berani menceritakan semua rumor yang dia tau tentang Raja. Raja dituduh melakukan tindakan yang tak pantas. Raja terkejut mendengarnya. Noksu memastikan bahwa dia telah berbicara jujur.



Gil Dong mendapat laporan bahwa kini keadaan Raja yang sudah berbeda, bahkan Raja memarahi gisaeng Jangakwon yang merupakan sesuatu yang berharga untuknya. Il Chung merasa ada yang aneh.


Di Istana, Noksu mendapat perintah dari Raja agar dia mencari informasi sebanyak mungkin tentang rumor yang sedang beredar dan mengatakan semua kebenaran padanya. Karena selain Noksu, tak ada yang berani membicarakan rumor itu padanya. Noksu berjanji. Lalu dia membuat kesepakatan, jika dia berhasil nanti, Noksu meminta agar Raja mengizinkannya untuk menemui seseorang.


Di markas, Gil Dong berkata kalau mereka hanya perlu membuat Raja marah dan mencari tau kenapa Raja bisa marah, sekaligus membuat Pangeran Choongwon sebagai umpan.


Tim Pencuri mulai beraksi. Di tempat lain, Noksu menjadi gisaeng dan mendengar para pejabat yang membicarakan hal buruk tentang keluarga kerajaan.


Laporan Noksu membuat telinga Raja sakit karena kakeknya (Raja Sejo) dihina oleh semua orang. Sangjeon berjanji akan mencari orang yang telah menyebarkan rumor hina itu. Raja merasa itu tak ada gunanya, tapi ada jalan lain, yaitu menemukan dan menghukum orang yang telah menuliskan rumor itu (karna ada bukti tertulis).


Sangjeon berkata bahwa ada pejabat yang bertugas mencatat semua tentang Raja yang mereka layani. Seperti Park Ha Sung (Gil Hyeon) yang Raja luluskan sebelumnya.


Gil Hyeon menatap aksesorinya, dia mengingat pesan Guru Song yang memintanya agar Gil Hyeon memakai itu di pinggang. Di tempat lain, Soo Hak menolak memakai aksesori itu karena dia merasa terganggu dengan bunyinya. Ibunya setuju, lalu dia berkata kalau Soo Hak boleh berteman dan membawa Gil Hyeon ke rumahnya kapan-kapan karena Gil Hyeon adalah anak yang pintar. Soo Hak mengiyakan dengan senang hati. A! Senyumnya!


Gil Hyeon, Soo Hak dan juru tulis yang lain mendapat perintah agar apa yang mereka tulis mengenai Raja dan rumor yang sedang beredar tidak akan tersebar keluar. Dan mereka harus menulisnya secara objektif (kenyataan), jika tidak, mereka akan dihukum berat.


Gil Hyeon merasa senang dengan tugas-tugasnya itu. Soo Hak curhat kalau menurutnya itu cukup membosankan. Lalu Soo Hak membisikan rumor hina Raja Sejo yang ditulis oleh salah satu juru tulis di catatan pribadinya. Gil Hyeon terkejut.


Raja ingin menghukum juru tulis yang menulis rumor kakeknya, tapi Sangjeon mengingatkan kalau Raja tak diperbolehkan membaca catatan-catatan itu. Raja tersenyum, lalu berkata kalau dia membutuhkan orang yang berani dan membenci Perdana Menteri (PM suka menentang Raja). Sangjeon menyebut, "Yu Ja Gwang."

Dia adalah anak dari selir, tapi PM tak mengakui keberadaannya.


Menteri Yu menghadap Raja. Raja memberinya tugas untuk menemukan catatan asli yang menuliskan rumor hina itu. Raja menjanjikan hadiah, jika Menteri Yu berhasil mendapatkannya.


Keutsae melapor kalau mata-mata mereka bilang Raja menemui beberapa menteri di tengah malam. Gil Dong berpikir.

Di Istana, Raja bertemu dengan beberapa menteri. Termasuk Menteri No dan Menteri Yu. Lalu Menteri Yu menceritakan catatan itu yang berisi kelakuan hina & kejam yang telah Raja Sejo lakukan. Raja  menahan amarahnya dan meminta catatan itu dibawa ke hadapannya. Menteri No mengingatkan kalau Raja tak boleh membaca catatan-catatan itu. Raja tak peduli.


Di tempat lain, Sangjeon berbicara pada Gil Hyeon kalau Raja sangat marah kakeknya difitnah seperti itu. Raja akan menyiapkan investigasi khusus untuk itu. Raja telah menunjuk Gil Hyeon sebagai orang yang menulis/merekam jejak masalah itu karena Raja yakin Gil Hyeon akan setia padanya.

Juru tulis yang menuliskan rumor itu akhirnya ditahan. Han Duk melapor pada Eobsan.

Gil Hyeon memberitahu tugas barunya pada Guru Song. Guru Song mewanti-wanti agar Gil Hyeon melakukan segalanya untuk Raja dan melawan semua bentuk pemberontakan (Rebel!). Gil Hyeon mengangguk paham.


Gil dan Soo dijegat oleh beberapa pejabat (kayaknya PM). PM itu mengejek Gil Hyeon yang tak tahu malu. Dengan berani, Gil Dong membalas kelakuan mereka juga sama karena PM telah menerima gaji dari Raja, padahal dia terus menentang Raja.


Soo Hak marah, harusnya Gil Hyeon tak bicara seperti itu pada pejabat yang lebih tinggi dari mereka. Gil Hyeon bertekad kalau suatu saat nanti dia akan menempati posisi itu karena dia tak mau masa lalu kelamnya terulang. (selalu dianggap rendahan)

Gil Hyeon mengaku kalau dia bukanlah buangan Joseon lagi. Soo Hak tak mengerti buangan Joseon yang dibicarakan Gil Hyeon. Gil Hyeon ingin membalas semua orang yang telah menyebabkan keluarganya hancur. Lalu dia pergi meninggalkan Soo Hak.


Petugas khusus memeriksa semua catatan juru tulis yang menulis rumor itu. Menteri Yu melapor kalau juru tulis itu mendengar rumor dari seseorang dan menulisnya ke dalam catatan pribadinya. Raja meminta agar membawa semua orang yang terlibat rumor itu, tanpa terkecuali.

Gil Hyeon berpikir keras, lalu dia mengingat perkataan Guru Song. Di kilas balik singkat, Guru Song mengatakan ciri-ciri orang yang bisa memberontak. Dia adalah seorang penakut yang bersembunyi dibalik kata-kata indahnya.


Gil Hyeon mendekati Menteri Yu. Dia membacakan kisah putra Kaisar yang dibuang oleh Kaisar lain yang tertulis di dalam catatan upeti Kaisar Yi dari Chu. Kisah itu mirip dengan kisah Raja Sejo yang telah membuang Pangeran No dengan kejam. Menteri Yu membenarkan dan dia berniat untuk memeriksanya lebih detail.


Menteri Yu memberikan catatan yang berisi kisah putra Kaisar itu pada Raja. Dia juga bilang kalau yang menulis catatan itu adalah gurunya si juru tulis, Kim Jong Jik. Pengikut Kim Jong Jik adalah mereka yang suka menentang Raja.

Seluruh orang di Istana membicarakan catatan itu. Berita itu sampai ke telinga Tim Pencuri. Gil Dong bertanya apa hubungannya mereka dengan Chu? Il Chung berkata awalnya memang tak ada hubungannya. Tapi, ketika membaca ini, mereka percaya bahwa Raja Sejo telah membunuh keponakannya untuk kepentingan pribadinya.


Gil Dong paham kalau Raja marah karena ada rumor buruk tentang kakeknya. Berarti kelemahan Raja adalah kakeknya. Il Chung membenarkan. Catatan ini bisa menjadi sebuah pengkhianatan.

Raja meminta pendapat para pejabat hukuman apa yang pantas untuk Kim Jong Jik. Menteri Yu menyarankan agar mayatnya dipenggal. PM menolak dan berkata harusnya Raja berhenti merampas sesuatu dari mereka. Raja langsung berteriak memanggil petugas interogasi untuk menghukum semua pejabat yang menentangnya. Akhirnya PM dan pengikut-pengikutnua ditangkap. Pejabat yang lain melihatnya dengan ngeri.


Kembali ke markas, Il Chung memberitahu kalau siapapun yang terlibat pada pengkhianatan, pasti akan dihukum, termasuk anggota keluarga kerajaan.

Yonggae melihat seorang pria yang terbirit-birit masuk ke sebuah rumah dan memerintakan semua orangnya untuk membakar buku-buku yang ada. Orang itu satu kampung dengan si juru tulis, sekaligus orang yang hadir dalam pembacaan puisi Raja oleh Pangeran Choongwon.



Di markas, Gil Dong bingung karena belum menemukan cara menjebloskan Pangeran ke dalam pengkhianatan ini, sebab kakek Pangeran orang setianya Raja Sejo. Yonggae datang dan melapor yang dia lihat.

Gil Dong mengunjungi orang yang membakar buku-buku tadi. Dia menceritakan para pengkhianat yang di perlakukan kejam di Istana sana. Lalu Gil Dong menawarkan bantuannya, tapi Si Pembakar perlu melakukan sesuatu untuknya.


Si Pembakar ditangkap dan diinterogasi. Dia mengakui kalau dia yang menyebarkan rumor itu, tapi dia menyangkal kalau dia bukanlah murid Kim Jong Jik. Lalu dia mengingat perkataannya dengan Gil Dong.


Kilas balik. Gil Dong meminta Si Pembakar untuk mengaku di persidangan kalau dia mendengar rumor itu dari Pangeran Choongwon. Gil Dong menceritakan kejahatan asusila yang pernah Pangeran lakukan dan menyinggung soal Pangeran yang selalu memaksa Si Pembakar untuk menghadiri perjamuannya. Ini adalah kesempatan bagus untuk menghukum Pangeran yang tak pernah membayar kejahatannya.


Kembali ke dunia nyata. Si Pembakar mengaku kalau dia mendengar rumor itu dari Pangeran Choongwon. Jleb. Semua terkejut. Gil Hyeon yang sedang mencatat juga terpaku, dia mengingat ketika Amogae dulu dijebak oleh Pangeran Choongwon tanpa ampun.


Menteri Yu marah karena itu tak mungkin. Gil Hyeon berdiri dan bicara 4 mata dengannya. Gil Dong berkata dengan berapi-api kalau mereka harus menghukum Pangeran tanpa memandang status apapun.

Dia dan Gil Hyeon melaporkan semuanya pada Raja. Raja terlihat terkejut, tapi tetap meminta agar mereka menghukum Pangeran. Hal itu bisa membuat orang menjadi menghargainya sebagai Raja. Tapi Raja menekankan kalau dia akan menghukum siapapun jika terbukti ada kesalahan.


Petugas Istana mengunjungi tempat Pangeran. Pangeran ditangkap, tapi kabur setelah Mori (anak buah TaeHak) menghajar petugas. Pangeran bertanya-tanya kenapa dia ditahan. Akhirnya Pangeran dikepung dan dibawa ke Istana.


Pangeran mengaku kalau di memang bertemu dengan Si Pembakar, tapi merasa tak pernah membicarakan Raja Sejo di sana. Menteri Yu meminta saksi untuk menguatkan pernyataan Pangeran. Pangeran mengingat saat itu ada Gil Dong yang menemaninya. Lalu dia berteriak, "stepstool!"


Di Hwalbinjeong, petugas Istana datang mencari 'stepstool' yang dimaksud. Tim Pencuri menyambut mereka dengan senang hati, lalu Soobori memanggil Gil Dong dengan stepstool. Munculah Gil Dong yang dikelilingi gisaeng-gisaeng dengan memasang wajah polos sambil mengupil. HAHA. Aku suka backsoundnya!!


BERSAMBUNG ke Ep 13

Komentar:

Aku suka adegan terakhir itu! Gil Dong di kelilingin gisaeng, Haha, kurang bandel apa lagi coba? Tapi, rencana Tim Pencuri sukses ngga ya?


Gil Hyeon bertekad untuk membasmi semua pemberontak yang ada. Nah, kalo nanti Gil Dong jadi pemberontak gimana...? Apa dia mampu nangkep adiknya sendiri?

Noksu!! Sepertinya dia mau menemani Gil Dong. Wah, reaksi Gil Dong gimana ya?


2 komentar: