Sabtu, 25 Maret 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 16

Bisa dibilang ini episodenya Ga Ryung. Aku ngga ngerti gimana cara deskripsiin karakter yang satu ini. Polos, tapi sekalinya ngomong, bisa bikin orang speechless


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 16

4 tahun kemudian. Ri Ni dan pelayan remaja lain sedang melakukan tugasnya. Di tempat lain, Keluarga Hong sudah mengubah cara berpakaiannya menjadi lebih keren, dengan jambul di atas kepala seperti saudagar kaya yang lain.


Pangeran memberi hormat dari luar Istana. Dan Mori menjadi pengikutnya. Noo! Di dalam Istana, Guru Song menghadap Raja untuk berterima kasih karena telah membebaskan Pangeran. Raja mengenal Guru Song sebagai salah satu orang kepercayaan para Raja terdahulu.

Raja Yeonsangun tertawa sambil berkata kalau dia berbeda dengan Raja sebelumnya, butuh waktu lama agar Guru Song bisa dekat dengannya. Setelah mengatakan itu, Raja pergi.


Pangeran menunduk dan berterima kasih karena Guru Song telah membantunya. Guru Song berencana untuk merebut hati rakyat agar Pangeran bisa membalaskan dendamnya. Pangeran terlihat tertarik.

Guru Song memberi pidato dengan menggebu-gebu. Para rakyat dan sarjana mendengarnya dengan antusias. Pidatonya berisi tentang Kaum Bangsawan bebas melakukan apa saja, sedangkan pelayannya harus mematuhinya. Itulah caranya agar Joseon tetap utuh dan Raja bisa dianggap sebagai Raja oleh rakyatnya. Sigh.


Keluarga Hong berpesta atas kembalinya mereka ke markas (pulang kampung?). Masing-masing dari mereka membawa hadiah untuk Ga Ryung, yaitu buku cerita. Ga Ryung sumringah mendapat banyak buku. Lalu, Ga Ryung menawarkan diri untuk membacakan buku cerita buatannya pada Tim Pencuri. Tim Pencuri langsung menolak secara halus, tapi Ga Ryung tetap melakukannya.

Ya, ternyata Tim Pencuri malah tertidur saat mendengar cerita Ga Ryung. Haha. Hanya Gil Dong yang mendengarkan. Ga Ryung cemberut dan berhenti, tapi Gil Dong tersenyum dan meminta Ga Ryung untuk melanjutkan ceritanya. Soobori melihat mereka jahil.


Ceritanya gini: Gu Chun mencintai Chae Hwa, tapi dia tak pernah mengungkapkan perasaannya pada Chae Hwa karena Gu Chun bisu. Hal yang bisa Gu Chun lakukan hanyalah melindungi Chae Hwa dan terus menunggu. Pada akhirnya, Chae Hwa sadar perasaan Gu Chun padanya dan mereka pun bahagia hidup bahagia bersama dengan 2 orang anak. (itusih ceritanya Ga Ryung sama Gil Dong ya? wkwk)

Il Chung bercerita bahwa ada sarjana yang bernama Kang Tae Sung. Dia sangat menyayangi adiknya, tapi adiknya ini selalu ejek sama temannya karena terlahir sebagai anak dari seorang selir. Tae Sung tak terima dan melaporkannya pada hakim, tetapi hakim menolak dengan alasan bahwa rakyat biasa ngga boleh melaporkan bangsawan. Il Chung berkata kalau Tae Sung ingin bertemu Gil Dong.

Tae Sung pun datang dan memohon agar Gil Dong membalaskan dendam adiknya. Gil Dong menatap Tae Sung.


Benar saja, Keutsae langsung menghajar sarjana-sarjana muda yang telah membully Tae Sung dan adiknya.

Tae Sung berterima kasih dan memberikan sekotak perak pada Gil Dong. Tapi, Gil Dong menolak dan malah menasehati Tae Sung agar tidak mudah merengek seperti anak kecil. Gil Dong mengaku kalau wajah seperti itu sangat mengganggunya.

Di luar, Soobori datang dan memberitahu kalau ada pria yang ingin melamar Ga Ryung. Gil Dong terlihat waspada. Dari jauh, Gil Dong malah mengkritik habis-habisan kalau pria itu tidak cocok dengan Ga Ryung. Il Chung berkata kalau Ga Ryung ngga akan nikah kalau punya oraboni seperti Gil Dong. Haha.

Gil Dong ke kamar Ga Ryung dan meminta agar Ga Ryung menemui pria itu. Ga Ryung menyembunyikan kekecewaannya.

Ga Ryung menunggu pria itu datang. Dari bawah Gil Dong mengawasi Ga Ryung. Tapi, tiba-tiba Soobori datang dan memberitahu Gil Dong kalau pria itu tak jadi melamar karena ada rumor yang menyebutkan kalau Ga Ryung telah bertunangan. Gil Dong kaget mendengar hal itu, dan meminta agar dibawakan orang yang menyebarkan rumor palsu itu, dia akan mematahkannya kakinya.

Dan ternyata...Ga Ryung sendiri yang telah menyebarkan rumor itu. HAHA. Ga Ryung berterima kasih pada Soobori karena telah membantunya. Lalu Soobori meminta balasannya, yaitu agar Ga Ryung tidak menceritakan cerita-cerita Ga Ryung lagi. Soobori mengaku kalau itulah saat-saat terberat baginya. Ga Ryung speechless mendengar pengakuan Soobori.  Hahahaha.


Gil Dong langsung mengkonfirmasinya pada Ga Ryung. Ga Ryung berkilah kalau itu bukanlah kebohongan. Ga Ryung mengaku kalau dia sedang menyukai seseorang dan dia berencana ingin memperkenalkannya pada Gil Dong. Gil Dong bengong. Ha.

Mereka pun berdiri menunggu pria yang Ga Ryung maksud. Ga Ryung menceritakan semua kebaikan yang pria itu lakukan dengan nada berbunga-bunga. Gil Dong tak tahan mendengar Ga Ryung terus memuji pria itu. Haha.

Gil Dong kesal karena si pria tak kunjung datang. Ga Ryung pun berkata kalau pria itu ada di depannya sekarang. "Aku menyukaimu, oraboni," jelas Ga Ryung.


Gil Dong terkejut, tapi dia malah berkata, "Aku tak mengganggapmu sebagai wanita." Gil Dong pun langsung pergi. Ga Ryung tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Aku juga.

Ga Ryung membawa beberapa barang dan berencana meninggalkan markas. Il Chung mencoba menghentikannya, tapi Gil Dong malah menyuruh Ga Ryung pergi. Ga Ryung menatap Gil Dong sebentar, lalu pergi dengan terluka.

Ga Ryung duduk di luar sambil terisak. Tiba-tiba Gil Dong mendekatinya. Mereka berhadapan. Gil Dong mengaku kalau dia tak ingin Ga Ryung menikahi seorang preman seperti dirinya. Ga Ryung malah berkata kalau dia bisa 'memberi lebih' dari Gong Hwa (Noksu). Lalu Ga Ryung berbalik pergi, tapi Gil Dong menahan tangannya dan mencium Ga Ryung. Kya!


Gil Dong berkata kalau dia tak mau melihat Ga Ryung terluka. "Itulah alasanku ingin tetap bersamamu," jawab Ga Ryung mantap. Gil Dong tersenyum, lalu mencium Ga Ryung lagi. Serius, aku malah deg-degan sekarang haha.

Beralih ke Istana, Noksu memperlihatkan keahlian melukisnya. Raja terus tersenyum melihat Noksu. Lalu Noksu meminta dikirimkan pelayan terbaik untuk melayani Jangakwon. Raja langsung menyetujuinya.


Raja mengaku kalau dia menginginkan hati Noksu, sebab penolakan Noksu, membuatnya semakin ingin memilikinya. Noksu menjawab, "Berarti aku harus terus menolakmu, agar aku selalu disampingmu." Raja terbahak mendengarnya.

Noksu memilih pelayan-pelayan muda. Seorang pelayan muda yang cerewet mengaku kalau dia nge-fans sama Noksu dan bersedia melayani Noksu. Lain lagi dengan gadis yang pendiam, dia terlihat 'mau', tapi dia tak bicara apapun. Noksu memutuskan untuk membawa semua pelayan muda tersebut. (Gadis cerewet dan Gadis pendiam (Jung Da Bin), salah satunya adalah Uh Ri Ni. Aku belum tau mana yang Ri Ni)



Gil Hyeon menjalankan tugasnya, masih dalam penyamaran. Dia pun menemukan kasus aneh. Lima orang dalam satu keluarga hilang setelah menggugat Menteri.

Gil Dong dan Ga Ryung berjalan malu-malu. Gil Dong menyuruh Ga Ryung masuk, tapi Ga Ryung enggan dan mengaku kalau dia ngga mau berpisah dengan Gil Dong.

Lalu, Ga Ryung meminta agar mereka tidur bareng seperti yang ada dibuku cerita. Gil Dong bengong. Ga Ryung memperjelas kalau tidurnya hanya saling perpegangan tangan.

Mereka pun berbaring bersebelahan. Ga Ryung menggenggam tangan Gil Dong erat. Gil Dong sangat gugup dan ngga bisa diam. HAHA.

Dengan ragu, Gil Dong merentangkan tangan kirinya untuk menopang kepala Ga Ryung. Ga Ryung tersenyum dan tertidur. Gil Dong diem seperti patung, ngga berani bergerak sama sekali. Tapi, dia tersenyum menatap Ga Ryung yang tertidur pulas. Aww.


Keesokannya. Mereka membaca buku bersama, tapi Ga Ryung malah terus menatap Gil Dong. Lalu, Ga Ryung dengan polosnya mengajak Gil Dong menikah karena mereka sudah melalui banyak hal bersama. Gil Dong speechless, lalu tersenyum. 


Di depan kantor hakim, Pangeran membacakan tentang norma Joseon. Seperti yang Guru Song pidatokan. Bahkan banyak sarjana muda yang mengikuti Pangeran. Pangeran meminta agar kasus petani yang menyerang bangsawan ditindak ulang (Keutsae yang menghajar sarjana kemarin). Akhirnya Eomjachi keluar dan terkejut melihat Pangeran di sana.

Senyum Gil Dong hilang saat mendengar ucapan Eomjachi yang menyebutkan kalau Pangeran telah dibebaskan dari pengasingan. Lalu Gil Dong melihat Pangeran dari jauh. Tim Pencuri bertanya-tanya alasan Pangeran yang bisa bebas dalam waktu singkat.

Eomjachi berbicara pada atasannya agar menandatangani penutupan resmi kasus Keutsae itu agar cepat selesai. Tapi, atasannya malah berkata kalau dia akan digantikan, jadi Eomjachi harus meminta persetujuannya dari wakil gubernur baru.

Dan ternyata Wagub baru itu adalah Soo Hak (Itu hadiah Soo Hak untuk kasus Pangeran). Soo Hak membaca laporan kasus Keutsae. Dia teringat pembicaraannya dengan Guru Song.

Kilas balik. Guru Song bertanya apa yang akan Soo Hak lakukan saat mulai menjabat nanti? Soo Hak dengan polos berkata kalau dia akan melayani rakyat dengan adil dan setia pada Raja. Guru Song menghela napas dan berkata kalau itu tidaklah cukup, Soo Hak harus berbuat lebih dan mencontoh Gil Hyeon yang berhasil merebut hati Raja. No! he brainwashed you, Soo Hak-ah!


Kembali ke masa sekarang. Soo Hak memutuskan untuk menindak ulang kasus ini. Karena menurutnya Keutsae telah melanggar hukum Joseon.


Keutsae ditangkap. Pangeran terkejut ternyata petani itu adalah Keutsae. Tapi, dia tersenyum. Balas dendamnya akan dimulai. Beralih ke penjara, Gil Dong berjanji segera mengeluarkan Keutsae dari sana. Keutsae malah curhat kalau dia merindukan ibunya sekarang, padahal dia tidak pernah ketemu sama ibunya.

Gil Dong pun menemui Soo Hak dan memperkenalkan diri sebagai germo Hong. Soo Hak akhirnya mengerti kalau dia mau disogok, dia langsung menendang kaki Eomjachi. Soo Hak memperingati Eomjachi agar tak menganggap rendah dirinya, hanya karena dia masih muda. Dia meminta agar Eomjachi tak mengenalkannya pada pelayan rendahan seperti Gil Dong lagi. Soo Hak pergi sambil menatap tajam Gil Dong. Seketika..aku ngeliat aura Soo Hak kecil yang dulu.


Gil Dong bertanya jabatan yang ada di atas Wagub. Il Chung menjawab kalau masih ada kepala gubernur, kebetulan dia membeli alkohol mereka saat masa pelarangan kemarin.

Benar saja, Gil Dong bertemu pagub. Gil Dong mengancam dan meminta agar orangnya dibebaskan. Karena dia dipenjara hanya karena masalah sepele. Pagub tak bisa berbuat apa-apa, sebab Gil Dong punya bukti catatan pembelian alkoholnya.

Pagub memanggil Soo Hak. Dia memarahi Soo Hak karena berani membuka kasus yang sudah dia tutup. Pagub menuduh Soo Hak yang berambisi ingin menaikkan pangkat dalam waktu singkat. Soo Hak mencoba menyangkalnya, tapi pagub segera meminta agar Keutsae dibebaskan.


Di luar kantor, Eomjachi tertawa dan memberitahu Pangeran kalau Keutsae telah bebas. Pangeran kaget melihat Eomjachi ada di sana, apalagi berita yang baru saja dia dengar.


Keutsae disambut oleh Tim Pencuri. Mereka senang melihat Keutsae kembali. Il Chung melapor pada Gil Dong kalau ada seseorang yang meyakinkan Raja kalau Pangeran telah dijebak, makanya Pangeran bisa bebas dengan cepat.

Gil Dong berpikir keras siapa orang itu. Tiba-tiba dari belakang ada yang memanggilnya 'stepstool'. Gil Dong menoleh dan melihat Pangeran di sana. Bersama Mori.


BERSAMBUNG ke Ep 17

Komentar :

Guru Song serem dah. Pengaruhnya kuat banget. Dia juga jadi kepercayaan Raja terdahulu kan. Semoga Gil Hyeon ngga terpengaruh jauh. Soo Hak juga nih, aku ngga mau senyumnya hilang gara-gara ambisi gilanya itu.

Ngomongin Ga Ryung, waaaa! Dia yang nembak, dia juga yang ngajakin nikah, haha gokil. Untungnya, Gil Dong sekarang sadar, kalau ada perempuan yang sayang banget sama dia. Ngga pake acara pura-pura ngga sadar lagi, Ha.


Serius, aku ketawa mulu nonton episod ini. Liat Gil Dong yang super kaku. Haha. Padahal kalo lagi ngejalanin misi, serius bgt. Oke, semoga kebahagiaan mereka terus berlanjut :p

2 komentar:

  1. ngeliat mereka bahagia gitu, gw malah khawatir hal buruk bakal dateng ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm sepertinya begitu. mengingat di episod 1, Ga Ryung dipanah oleh Gil Dong

      Hapus