Kamis, 15 Juni 2017

Sinopsis Secret Forest Episode 1

Awal yang menarik. Penuh intrik dan kelicikan. Penggemar Remember–War of Son dan Beautiful Mind mari merapat!


Episode 1

HWANG SHI MOK (Cha Seung-woo) adalah seorang jaksa yang memiliki deduksi akurat dan insting yang tajam. Di balik kehebatannya itu, ternyata Shi Mok tidak memiliki emosi untuk merasakan rasa sakit ataupun kebahagiaan. Itu adalah efek samping dari operasi saraf yang pernah dia lalui saat masih remaja.

Shi Mok ke suatu tempat untuk menemui seseorang. Tapi orang yang dia mau temui (CEO Park) ditemukan tergeletak dengan bersimbah darah di lantai rumahnya. Shi Mok memeriksa dan meneliti sedetail apapun yang dia bisa lihat. Kehebatan lain yang Shi Mok punya adalah daya ingatnya yang sangat bagus. Dia bisa mengingat dimana letak setiap barang hanya dengan sekali lihat.



Setelah menganalisa menggunakan deduksinya, Shi Mok memutuskan untuk menelepon polisi setempat dan melaporkannya sebagai kasus pembunuhan. Dia kembali memeriksa dan berhasil menemukan suatu petunjuk baru. Saking tajamnya insting yang Shi Mok punya, entah kenapa dia menyalakan TV. Dan ternyata TV nya tuh dalam keadaan rusak (kresek).

Seketika dia sadar, lalu menghubungkan ‘TV yang rusak’ itu dengan ‘mobil teknisi TV kabel’ yang sempat dia temui di jalan saat menuju rumah itu. Kemudian Shi Mok menelepon perusahaan TV kabel dan meminta rincian waktu dan data pribadi teknisi yang bertugas di rumah itu. Dan ternyata, waktunya (jadwalnya) memang sesuai saat dia berpapasan dengan mobil tadi. Shi Mok menduga kalau teknisi itu mungkin adalah pelakunya. Karena teknisi itu adalah orang terakhir yang datang ke rumah CEO Park.



Beberapa polisi datang, tapi Shi Mok langsung pergi tanpa memberi penjelasan yang jelas. Kepala tim meminta Letnan HAN YEO JIN (Bae Doo-na) untuk mengikuti Shi Mok, sebab Shi Mok adalah saksi utama. Shi Mok tak acuh mendengar Letnan Han yang memintanya berhenti menggunakan speaker. Ketika di lampu merah, Letnan Han keluar mobil dan mendekati Shi Mok dengan perasaan jengkel. Shi Mok menunjukkan kartu pengenalnya, lalu menunjukkan data pribadi seseorang yang dia yakini adalah pelaku pembunuhan. Shi Mok menyebutkan suatu alamat dan langsung menancapkan gasnya meninggalkan Letnan Han.

Shi Mok tiba di tempat. Kebetulan targetnya ada di sana. Seorang pria bertubuh agak besar melihatnya ketakutan, sedetik kemudian dia lari menjauhi Shi Mok. Shi Mok langsung mengejarnya, diikuti Letnan Han. Shi Mok sempat jatuh karena didorong oleh pelaku hingga dia terluka di dahinya. Akibatnya cuma Letnan Han yang mengejar si pelaku. 



Kegigihan Letnan Han membuahkan hasil, si pelaku berhasil diborgol. Dari belakang muncul Shi Mok, dia langsung membawa pelaku dengan mobilnya. Letnan Han menatap mobil yang menjauhinya dengan tatapan tak percaya karena dia ditinggal lagi.


Shi Mok membawa si pelaku ke kantornya untuk diinterogasi. Si pelaku mengaku kalau dia hanya mencuri barang dan tidak membunuh, dia juga bilang kalau CEO Park sudah tergeletak saat dia sampai di sana. Tapi Shi Mok tak langsung percaya.



Kilas balik. CEO Park terlihat ketakutan. Jaksa Seo memperkenalkan CEO Park pada Shi Mok. Di waktu yang berbeda, CEO Park terlihat ketakutan, dia berkata pada Shi Mok kalau ‘orang-orang itu’ tak akan selamat jika dia membuka mulutnya sekali saja.

Kembali ke masa kini. Shi Mok menunjukan 2 foto dari ponselnya. Foto Jaksa SEO DONG JAE (Lee Joon-hyuk) dan Deputi LEE CHANG JOON (Yoo Jae-myung). Mereka berdua adalah orang-orang yang punya hubungan dengan CEO Park. Melihat reaksi si pelaku, Shi Mok sadar kalau si pelaku tidak pernah bertemu dengan kedua orang itu. Tapi Shi Mok tetap menahan si pelaku untuk penyelidikan lebih lanjut. Si pelaku bersikeras kalau bukan dia yang membunuh CEO Park. “Mana mungkin manusia membunuh sesama manusia..,” katanya putus asa.


Beralih, Jaksa Seo memberi selamat pada Deputi Lee karena telah berhasil menyingkirkan CEO Park. Kekhawatiran masih ada diwajah Deputi Lee karena Shi Mok terlibat dengan kasus itu. Jaksa Seo menawarkan agar dia saja yang mengurusnya, tapi Deputi Lee menyarankan agar Jaksa Young saja yang mengambil kasus itu. Jaksa Seo tak terima karena Jaksa Young adalah juniornya Shi Mok. Deputi Lee berkata kalau Jaksa Young akan segera dipromosikan, jadi kemungkinan besar dia akan berambisi untuk memenangkan kasus itu (membuktikan kalau pelaku bersalah).



Shi Mok secara terang-terangan menolak menyerahkan kasus itu pada Jaksa YOUNG EUN SOO (Shin Hye-sun). Jaksa Young tak bisa berkata-kata. Shi Mok tau itu bukanlah kasus yang mudah karena banyak kejanggalan.

Shi Mok kembali ke TKP. Dia sadar kalau laptop yang ada di rumah itu telah hilang. Dan Shi Mok berhasil mendapatkan rekaman blackbox dari mobil yang terparkir tak jauh dari rumah CEO Park. Ketika Shi Mok masuk ke ruangannya, dia dikagetkan dengan Jaksa Young yang tengah melihat berkas kasus itu. Jaksa Young merasa bersalah, tapi Shi Mok memberi berkas itu padanya.



Singkatnya, Shi Mok menyerahkan kasus itu pada Jaksa Young. Lalu menunjukkan rekaman CCTV yang dia dapat. Setelah memberi beberapa pengarahan pada Jaksa Young, Shi Mok memberikan flashdisk rekaman itu dengan-sangat-terpaksa.

Dari CCTV memang merekam ketika si pelaku yang masuk ke pagar dan terlihat CEO Park sedang mengintip dari jendela. Itu bertentangan dengan pernyataan si pelaku yang sebelumnya bilang kalau CEO Park sudah mati ketika dia sampai.



Di luar, Jaksa Seo menghampiri Jaksa Young dan berbasa-basi kalau Jaksa Young pasti gugup karena itu adalah kasus pertamanya sebagai Jaksa senior. Jaksa Young tersenyum sambil berkata kalau dia optimis menang karena dia memiliki bukti yang tak terbantahkan (sambil nunjukin flashdisk). Jaksa Seo agak terkejut, tapi dia tidak menunjukkannya. 

Lalu Jaksa Seo menawarkan diri untuk membantu Jaksa Young agar bisa menang secara dramatis. Jaksa Young tak mengerti. Jaksa Seo mengambil flashdisk itu dari tangan Jaksa Young sambil berkata kalau dia akan menyimpannya dulu. Ugh.



Dua bulan kemudian, bertepatan dengan persidangan terakhir si pelaku. Momen dimana hukuman vonis ditetapkan. Suasana di dalam ruang pengadilan cukup menegangkan. Letnan Han dan Shi Mok juga datang. Istri si pelaku harap-harap cemas. Sedangkan pengacara si pelaku terlihat percaya diri, tapi semuanya berubah ketika Jaksa Seo yang tiba-tiba masuk dan memberikan sesuatu pada Jaksa Young. That flashdisk.

Jaksa Young memberikan flashdisk itu sebagai barang bukti yang tertinggal sambil meminta maaf karena baru memberinya sekarang. Jaksa Young beralasan kalau rekaman itu baru selesai dianalisis. Shi Mok yang mendengar itu, tentu aja kaget. Padahal dia ngasih Jaksa Young 2 bulan yang lalu.



Dan BANG! Semua orang yang menghadiri persidangan langsung mencaci si pelaku setelah melihat rekaman itu. Pengacara si pelaku bahkan tak bisa berkata-kata. Si pelaku ngamuk bersikeras kalau bukan dia pelakunya, dia yakin kalau dia sudah dijebak. Si pelaku juga bilang kalau rekaman itu sudah direkayasa. Tapi tak ada yang mempedulikan perkataannya. 

Kemudian Hakim memvonisnya selama 22 tahun penjara. Shi Mok tak berkata-kata, tapi ekspresinya berubah ketika melihat rekaman tadi. Ketika di luar, Shi Mok tak acuh pada Jaksa Young yang sedang berjalan bersama Jaksa Seo.


Si pelaku digiring ke mobil tahanan. Ibu CEO Park terlihat amat marah, dia mengambil batu besar dan bersiap untuk melemparnya. Tapi tak jadi karena tiba-tiba Istri si pelaku mendekati suaminya sambil histeris tak terima suaminya ditahan. Si pelaku juga menangis sambil memanggil-manggil nama anaknya yang sedang digendong istrinya.


Ibu CEO Park menggenggam batunya erat-erat, lalu terduduk di tanah. Shi Mok berhenti di samping Ibu CEO Park. Ibu CEO Park bergumam kalau dia ingin ikut mati bersama putranya. Seketika ingatan Shi Mok muncul.



Kilas balik. Ibu Shi Mok mengajak Shi Mok untuk mati bersama. Shi Mok kecil menangis sambil terus meminta maaf. Ibu Shi Mok mendorong Shi Mok kasar. Kembali ke masa kini. Ibu CEO Park terlihat putus asa. Shi Mok berlalu begitu saja.


Shi Mok menemui Deputi Lee. Deputi Lee iseng bertanya kenapa Shi Mok bisa ada di TKP saat 2 bulan lalu? Shi Mok tak menjawab, dia malah berkata dengan blak-blakan kalau dia curiga ada pihak ketiga yang terlibat dengan pembunuhan CEO Park. Deputi Lee mencoba beralasan, tapi secara tersirat dia tidak menyangkal tuduhan itu. 

Kemudian Shi Mok mendekati Deputi Lee dan berkata, “Alasan kau bertanya kenapa aku di sana.. karena kau ingin tau seberapa banyak aku mengetahui rahasia itu,” Shi Mok tak melanjutkan perkataannya, dan memilih keluar.



Letnan Han mengeluh karena rumah yang dia datangi berbau bangkai. Sang pemilik rumah membenarkan. Anjingnya memang sudah mati. Sang pemilik mengira anjingnya dibunuh karena menggonggong saat terjadi perampokan. Sang pemilik menjelaskan kalau tetangganya tewas setelah dirampok saat dua bulan lalu. Lalu Sang pemilik menunjukkan rumah korban yang terletak di depan kanannya. Letnan Han langsung tertarik.

Letnan Han meloncati dinding pembatas besi. Dia melihat sekitar, dan saat itulah dia melihat ada bercak hitam yang menempel di besi yang menancap dinding pembatas. Letnan Han mengambil cottonbud dan menempelkannya ke besi. Bercak itu menempel. Letnan Han sadar kalau itu adalah bercak darah. (Anehnya, darah itu masih bisa nempel di cottonbud, padahal itu udah 2 bulan yang lalu)



Sersan KIM SOO CHAN menawarkan bantuannya pada Letnan Han. Letnan Han menolak. Tapi Letnan Han menitipkan cottonbud nya pada Sersan Kim untuk diperiksa, suatu kebetulan Sersan Kim juga ingin pergi ke lab.

Shi Mok yang sedang serius di kantornya, dikagetkan dengan kedatangan sepotong surat. Dia keluar, tapi tak melihat siapa-siapa. Kemudian dia membuka surat itu, air mukanya berubah. Shi Mok langsung menelepon seseorang dan memintanya untuk tidak meninggalkan si pelaku sendirian. Shi Mok bergegas.



Terdengar suara si pelaku, di dalam suratnya dia berkata, “Jaksa merekayasa semuanya dan mengarahkan semua tuduhan padaku. Aku sudah berteriak amat keras, tapi tak ada yang mendengarkanku. Karena aku tak punya kekuasaan, uang, ataupun koneksi. Kematianku ini akan menjadi sebuah penegasan sekaligus menjadi bukti yang tak terbantahkan. Bahwa aku tidak membunuhnya!”

BERSAMBUNG

Komentar :

Kayaknya udah jelas ya, CEO Park itu nyimpen rahasia besar. Makanya dia dibunuh. Dan saya ngeri kalau Sersan Kim Soo Chan itu adalah salah satu orangnya Deputi Lee. Kalau seandainya benar, dia bakal jadi penghalang buat Letnan Lee yang notabene merupakan petugas yang adil. 

5 komentar:

  1. Kunjungan pertama kesini... Coba coba ngikutin drama kyk gini setelah dibuat greget sama defendant

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, blm sempet nyentuh defendant. wk. Smg blog ini memuaskanmu ya :D

      Hapus
    2. Ok.. Semangat ya kak buat nulisnya :) fighting!

      Hapus
  2. Maksih unnie sinopsisnya,Q penyuka drama genre trhriller kayak gini...semangat kakak cantik.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2. Smg blog ini bisa memuaskanmu ya :D

      Hapus