Minggu, 10 September 2017

Drama Spesial : If We Were A Season 1 – 1

NOW PLAYING : The Moment – DMEANOR [ORIGINAL OST]


Pemain : Chae Soo Bin, Jang Dong Yoon, Jinyoung B1A4.
Episode : 1, 67 menit.
Waktu tayang : 3 September 2017

1 – 1

Musim semi tiba. Terlihat sekilas dari daerah itu, sepertinya drama ini mengambil daerah pedesaan sebagai latarnya. Kebanyakan siswa berjalan kaki menuju sekolahnya, dan sisanya  memilih naik sepeda. 


UHM KI SUK (Jang Dong Yoon) tengah merekam bunga-bunga yang berguguran dengan handycam-nya. Sedang dua sobatnya sibuk memikirkan rencana mereka untuk musim ini, terutama tentang masalah cinta. Ha. Ki Suk cuma tersenyum kecil sambil terus merekam.




Seorang gadis dengan seragam serupa memilih naik sepeda. Dia tersenyum sambil menghirup udara segar di musim semi. Tapi senyumnya berubah menjadi teriakan tatkala dia sadar rem sepedanya tidak berfungsi. Sepedanya terus melaju, membelah jalanan yang menurun. Siswa-siswa lain cepat-cepat menepi, menghindari sepeda itu.



Mendengar teriakan yang tak asing, Ki Suk menoleh dan melihat gadis itu. Roda sepeda gadis itu menabrak gundukan tanah, tak ayal gadis itu terlempar hingga melayang ke udara (lebay bener, ha). 


Ki Suk langsung melempar handycam-nya dan berlari menangkap gadis itu. Hap! Ki Suk berhasil menangkapnya (mendekapnya kali XD). Mereka bertatapan sebentar, lalu buru-buru duduk. Ki Suk menuntut ucapan terima kasih dari gadis itu. Gadis itu salah tingkah. Ki Suk tersenyum, “Sudah lama ngga berjumpa, Yoon Hae Rim.” Gadis yang dipanggil YOON HAE RIM (Chae Soo Bin) itu tersenyum pelan.




Kamera menampilkan adegan masa lalu. Ada dua orang bayi yang sedang berbaring berhadapan, laki-laki dan perempuan. Bayi itu adalah Ki Suk dan Hae Rim. Mereka terlihat gembira.


Di musim semi ke-6, mereka merayakan ulang tahun bersama. Ki Suk kecil mengajari Hae Rim kecil naik sepeda roda tiga. Di musim semi ke-8, mereka bermain kereta mainan dengan jalur yang dipasang dari jendela ke jendela kamar mereka. Ternyata mereka bertetangga. Dan mereka juga membuat telepon jadul dari dua kaleng bekas yang dihubungkan seutas tali panjang. Mereka berkomunikasi melalui itu. 




Sampai di musim panas ke-14, mereka masih berhubungan lewat jendela kamar mereka. Di suatu malam, Hae Rim tidak sengaja melihat Ki Suk yang sedang bertelanjang dada karena habis mandi. Hae Rim kaget, refleks dia melempar Ki Suk dengan bonekanya, lalu menutup jendela kamarnya dengan kesal. Ki Suk cuma bengong. 

Dan saat Hae Rim membuka jendela kamarnya di malam yang lain, Hae Rim menatap kesal Ki Suk yang sedang melakukan sesuatu dengan tali telepon mainan itu (mungkin Ki Suk ngerusak). Tanpa berkata apapun, Ki Suk menghentikan kegiatannya dan menutup jendelanya dengan kesal (Ini Ki Suk marah karna Hae Rim sinis sama dia atau karna dilempar boneka ya?). Dan mereka pun bermusuhan.



Kembali ke masa kini. Ki Suk keluar dan menuntun sepedanya. Tak lama, Hae Rim juga keluar. Hae Rim berterima kasih atas bantuan Ki Suk sebelumnya (pas remnya blong itu loh).

Kemudian Ki Suk menawarkan boncengannya. Melihat tangan Ki Suk yang dibalut perban, Hae Rim berinisiatif agar dia saja yang membonceng. Ha. Jadilah Hae Rim yang membonceng Ki Suk.



Sepanjang jalan, Ki Suk kelihatan bingung mau pegangan Hae Rim di mananya. Hae Rim cuma senyum-senyum ngeliat ekspresi Ki Suk yang kebingungan dari spion. Iseng, Hae Rim mengerem mendadak. Tubuh Ki Suk langsung terdorong ke depan, mengikuti hukum kelembaman Newton. Dengan menahan tawa, Hae Rim minta maaf dan beralasan kalau dia tidak sengaja mengerem. Akhirnya Ki Suk memutuskan untuk memeluk tas Hae Rim kuat-kuat.





Di hari berikutnya, pagi-pagi Hae Rim mengetuk jendela Ki Suk dan menanyakan buku catatannya. Ki Suk membuka jendela dengan mata memincing. Entah karena silau atau Ki Suk yang masih ngantuk. Lalu Ki Suk langsung melempar buku yang Hae Rim minta.



Hae Rim keluar rumah, dan sudah ada Ki Suk yang menunggu dengan sepedanya (eh kok udah rapi?!). Hae Rim melihat sepeda Ki Suk, lalu dia protes karena sepeda Ki Suk kelihatan sudah tak layak pakai dan menyarankan agar Ki Suk membawanya ke bengkel sepeda. 

Ki Suk langsung melilitkan syal tebal ke leher Hae Rim sekaligus menutupi mulut Hae Rim agar berhenti mengoceh. Ki Suk bersikukuh kalau sepedanya baik-baik aja. Ki Suk ambil jok depan karena dia yang akan membonceng. Hae Rim duduk di belakang sambil menggerutu pelan.




Dan.. sepeda itu beneran rusak di tengah jalan. Rantainya juga lepas. Ki Suk cuma nyengir tanpa dosa. Hae Rim gregetan banget, jadinya dia menendang Ki Suk. Ki Suk menghindar dan mencoba beralasan sambil menyandarkan sepedanya di jembatan.

Lalu Ki Suk mengencangkan tali sepatu Hae Rim. Hae Rim tak mengerti apa yang Ki Suk lakukan. Ternyata Ki Suk mengajak Hae Rim untuk berlari ke sekolah. Ki Suk langsung lari duluan, waspada siapatau Hae Rim ingin menendangnya lagi. Hae Rim berteriak kesal sambil mengejarnya Ki Suk. (Ngencengin tali buat nyuruh lari ya.. cerdas)




Hae Rim menaiki tembok tinggi. Hm, sepertinya alternatif menyelinap ke sekolah deh. Ki Suk yang mengiklaskan kepalanya diinjak-injak Hae Rim menyuruh Hae Rim gerak cepat. Hae Rim sudah naik. Terkejutlah dia saat melihat seorang pemuda dengan sebatang rokok di bibirnya. Ki Suk muncul kemudian, tapi secara tak sengaja mendorong Hae Rim. 



Hae Rim terpeleset dan terjerembab ke tanah sebelum sempat ditolong oleh kedua pemuda itu. HAHA. Ki Suk buru-buru menolong Hae Rim saat pemuda itu mendekati Hae Rim. Pemuda itu tahu diri dan memilih mundur. Ki Suk beralih ke pemuda itu, dan melihat rokok yang ada di tanah. Ki Suk menatap pemuda itu curiga, lalu bertanya siapa dia.



Pemuda itu ternyata anak baru di sekolah Ki Suk dan Hae Rim. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Oh Dong Kyung. Dong Kyung pindahan dari kota, Seoul. Pak guru mengatakan Dong Kyung bisa meminta bantuan pada Hae Rim selama ada di sini. Dong Kyung mengiyakan. Dong Kyung menuju tempat duduknya. Dia melewati bangku Hae Rim dan tersenyum sopan padanya. Ki Suk berdecak kesal.



Sewaktu istirahat, Hae Rim menghampiri Ki Suk sambil menjulurkan tangan. Meminta ikat rambut. Dong Kyung menyimak adegan itu. Ki Suk melepas ikat rambut itu dari pergelangan tangannya dan memberikannya pada Hae Rim.

Sambil mengikat rambut, Hae Rim bertanya kenapa Ki Suk selalu membawa ikat rambutnya? Alih-alih Ki Suk malah berkata kalau dia harus menjaga Hae Rim mulai sekarang (ngerasa ada saingan ya? XD). Hae Rim ngangguk-ngangguk (ga peka nih). Lalu Hae Rim membantu mengikatkan tali sepatu Ki Suk. Sambil mengejek Ki Suk yang tidak becus mengikat sepatu sendiri. Ki Suk mendesis kesal.




Hae Rim sedang belajar serius di perpustakaan. Di hadapannya ada Ki Suk yang tertidur pulas. Hae Rim menendang kaki Ki Suk. Ki Suk terbangun kaget. Hae Rim menyuruh Ki Suk pulang saja. Ki Suk mengiyakan, tapi dia malah mengalih-fungsikan kamus sebagai bantal dan melanjutkan tidurnya. Ha.  



Mereka sekarang ada di bus dan duduk depan-belakang. Hae Rim berkata harusnya Ki Suk langsung pulang saja, daripada ke perpus tapi malah tidur. Ki Suk beralasan tidur di perpus itu enak. Hae Rim tertawa, “Ya ya, kau hebat bisa belajar dalam keadaan tertidur.”

Semenit kemudian, Hae Rim sudah terlelap. Ki Suk langsung menahan kepala Hae Rim yang oleng ke samping. Dia menyandarkan tasnya ke kaca bus dan mendorong kepala Hae Rim agar bisa bersandar di tasnya. Ki Suk meledek kalau Hae Rim tertidur juga, padahal semenit yang lalu, Hae Rim mengejek tidurnya. Hae Rim berdecak mendengar itu (ternyata Hae Rim belum tidur, Ha). Ki Suk balas berdecak.



Di kamarnya, Ki Suk sedang menulis sesuatu. Di sana tertulis, tugas nomor 8 di semester 1, yaitu melakukan ciuman pertama yang keren. Dan di atasnya ada bayangan dua sobatnya yang memonyongkan bibir mereka untuk meledek Ki Suk. Ki Suk menusuk-nusukkan pensilnya ke bayangan itu hingga bayangan itu menghilang. HA. Barulah dia menulis.


Ki Suk mengisi tiap pertanyaan di catatan itu. Kapan? Sebelum liburan musim panas. Dimana? Di kamarku. Apa? Ciuman. Bagaimana? Yang heboh. Dengan siapa? ...


Jeda beberapa saat untuk pertanyaan terakhir. Dan ketika Ki Suk ingin menulis siapa orangnya, tiba-tiba Hae Rim muncul dari balik pintu. Ki Suk kaget dan langsung menyembunyikan catatannya. Ki Suk mengomel, harusnya Hae Rim mengetuk pintu dulu sebelum masuk. Hae Rim tertawa melihat sikap Ki Suk yang tak biasa. Tumben Ki Suk protes, lagipula kan ini bukan pertama kali Hae Rim datang ke sana.

Hae Rim mendekati Ki Suk sambil memasang wajah jahil. Lalu bertanya apa yang sedang Ki Suk lakukan?



BERSAMBUNG

Lucu ih. Dan ya, Soo Bin reuni sama Jinyoung setelah di MDBC. Oya, kamu harus dengerin OST nya. Enak didenger masa.



1 komentar:

  1. Gue sedih min JINYOUNG oppa dapet peran gak enak mulu....kenapa si gak jadi pemeran utama gitu..padahal dia kan flower boy... Aaaaaakkkkk

    BalasHapus